Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Cara Meminta Maaf Menggunakan Bahasa Sunda

6 Cara Meminta Maaf Menggunakan Bahasa Sunda 

6 Cara Meminta Maaf Menggunakan Bahasa Sunda


belajarsunda.com - Dalam kehidupan sehari-hari, meminta maaf menjadi hal mendasar yang sering digunakan. Hal ini menandakan tentang sopan santun, juga hakikat keberadaan manusia yang memang sering bertentangan dan berbeda pendapat. Maka dari itu, ada cara meminta maaf dalam bahasa sunda. Barangkali ada di antara kamu yang ingin belajar bahasa sunda.

Dalam meminta maaf menggunakan bahasa sunda, terdapat beberapa kata dasar. Di antaranya:

Lemes (Halus)
Loma (Sedang)
Punten (maaf)
Hampura (maaf)
Hapunten (Maaf)



Dalam tabel di atas, kita bisa melihat bahwa ada bahasa halus dan bahasa sedang. Keduanya bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bedanya hanya dalam penggunaan. Kata punten atau hapunten bisa digunakan kepada siapa saja dalam kadar umum. Artinya penggunaannya lebih luas dan aman. Sementara untuk bahasa sedang, ini digunakan dalam situasi tertentu. Misal dalam situasi informal yang digunakan ke sesama teman.

Meminta Maaf Menggunakan Bahasa Sunda Halus

1. Punten bilih abdi seueur kalepatan

Kalimat ini termasuk kalimat yang sangat halus. Kalimat di atas berarti: maaf kalau aku banyak salah. Kalimat ini cocok digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Perlu diketahui, kalimat ini aman untuk digunakan ke siapa saja.

2. Hapunten kana sadaya kalepatan

Jika kalimat satu berarti tentang sebuah pemisalan takut-takut memiliki salah. Maka kalimat nomor dua ini berarti: maaf karena semua kesalahan. Situasinya, kita benar-benar memiliki kesalahan dan meminta maaf kepada orang lain. Kalimat ini juga termasuk kalimat halus. Jadi aman dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

3. Punten bilih sering ngajaheutkeun manah

Antara kalimat satu sampai tiga. Kalimat ke tiga ini yang sebenarnya sudah jarang digunakan. Padahal kalimat ini termasuk halus dan bagus untuk digunakan. Hal ini disebabkan karena ada kata: ngajaheutkeun yang artinya menyakiti. Kata ngajaheutkeun jarang terdengar. Arti kalimat ini secara keseluruhan: Maaf bila sering melukai hati.

Meminta Maaf Dengan Bahasa Sunda Sedang

1. Hampura pisan bisi urang loba salah

Bahasa informal atau bahasa loma, umumnya digunakan kepada orang yang benar-benar sudah dekat dengan kita. Dalam artian, mereka tidak akan merasa tersinggung lagi dengan bahasa yang ada dan digunakan. Kalimat ini berarti: Maaf banget jika seandainya aku punya banyak salah.

2. Hampura gues nganyeurihatѐkeun

Kalimat kedua ini berarti: maaf sudah membuat sakit hati. Umumnya digunakan ketika kita benar-benar punya salah dan menyesali sesuatu. Misal ke teman, ke pacar, dan lain-lain.

3. Hampura geus loba banyol

Untuk kalimat ketiga ini, sebenarnya lebih kepada kalimat basa-basi. Kadang-kadang, kita sering becandain teman. Nah, ketika bertemu atau ada acara maaf-maafan seperti ini, biasanya akan muncul ungkapan ini dibarengi dengan tawaan. Mungkin kesannya basa-basi, tapi kalimat ini juga bisa membuat suasana menjadi lebih cair. Arti kalimat ini: maaf sudah banyak becanda.

Cara Menjawab Ucapan Permintaan Maaf

Untuk membalas ucapan maaf, ada beberapa kalimat juga yang sering digunakan:

Bahasa Halus:

-Sami-sami. (sama-sama)

-Abi gѐ hapunten bilih seueur lepat. (Aku juga minta maaf ya kalau banyak salah).

-Muhun dihapunten. (Iya dimaafkan)

-Teu sawios (nggak apa-apa).

Bahasa loma:

-Urang gѐ hampura nya. (Aku juga minta maaf ya)

-Enya dihampura. (Dimaafkan)

-Dihampura. Asal ulah sakali-kali deui. (Dimaafkan. Tapi jangan diulangi lagi)

Sebenarnya, masih banyak jawaban yang bisa divariasikan. Namun, setidaknya beberapa kalimat tersebut bisa menjadi contoh untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Nah, itulah 6 cara meminta maaf menggunakan bahasa sunda. Bagaimana, sekarang sudah tahu kan?





Posting Komentar untuk "6 Cara Meminta Maaf Menggunakan Bahasa Sunda"