Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8 Cara Menanyakan Tempat Tinggal Menggunakan Bahasa Sunda

8 Cara Menanyakan Tempat Tinggal Menggunakan Bahasa Sunda

8 Cara Menanyakan Tempat Tinggal Menggunakan Bahasa Sunda
pixabay.com


Belajarsunda.com – Menanyakan tempat tinggal kadang-kadang dibutuhkan sebagai bahan obrolan ketika bertemu dengan teman lama, atau pun orang baru. Nah, ada beberapa cara untuk menanyakan tempat tinggal dalam bahasa sunda. Jelas, hal ini akan menjadi informasi penting bagi sebagian orang. Supaya lebih jelasnya, ikuti artikel ini sampai akhir ya.

1. Kawit teh ti mana?

Kawit teh ti mana berarti: asal kamu dari mana? Asal di sini berhubungan dengan tempat lahir biasanya. Dan jawabannya misal: abdi kawit ti Bandung (saya berasal dari Bandung). Pertanyaan ini memang merujuk ke tempat tinggal secara umum. Namun, sebenarnya bisa juga jika digunakan untuk menanyakan tempat tinggal.

Contoh:

A: Kawit teh ti mana? (Asal kamu dari mana?)

B: Abdi mah ti Kampung Sukahaji. (Saya dari Kampung Sukahaji)

2. Upami Bumi teh di mana?

Kalimat kedua ini berarti: Kalau rumah kamu di mana? Nah, pertanyaan ini baru merujuk kepada pertanyaan mengenai tempat tinggal kita saat ini. Kalimat ini termasuk halus. Kita bisa menggunakan kalimat ini kepada orang yang baru kita kenal.

3. Dupi Ujang teh Calik di mana?

Kalimat nomor tiga ini secara arti sama saja dengan nomor dua. Namun, di kalimat nomor tiga ada kata: Ujang. Ujang adalah kata panggilan terhadap laki-laki. Jadi bisa diganti dan disesuaikan.

Contoh:

A : Dupi Teteh teh calik di mana? (Kalau Mbak tinggal di mana?).

Abdi mah calik di bumi pun Uwa. (Saya tinggal di rumah Uwa).

4. Ayeuna calik sareng saha?

Pertanyaan nomor empat biasanya digunakan kepada orang yang sudah kita kenal. Kita juga tahu tempat tinggal sebelumnya. Namun, kita tidak tahu tempat tinggal yang baru. Arti dari kalimat ini: Sekarang, kamu tinggal bareng siapa?

5. Ujang teh urang Bandung?

Ungkapan nomor lima, lebih kepada menembak secara langsung nama daerah. Di bahasa sunda, pertanyaan semacam ini sering banget dilontarkan. Nah, kamu bisa menggunakan kalimat ini jika merasa ragu. Kita tahu nih, dia kayaknya orang Bandung, tetapi karena ragu, kita bisa menanyakan kembali pertanyaan ini.

6. Eh, urang mana?

Urang Mana berarti: orang mana? Pertanyaan ini juga berhubungan dengan tempat tinggal atau asal kita. Kita bisa menjawab alamat lengkap, atau misalkan asal daerah kita.

Contohnya:

A: Eh, urang mana? (Orang mana?)

B: Abdi mah urang Cianjur (Saya orang Cianjur).

7. Didinya teh urang mana?

Nah, nomor tujuh ini artinya sama saja dengan nomor enam. Hanya ada kata tambahan. Arti kata ‘didinya’ adalah kamu.

8. Maneh teh cicing di mana?

Kalimat nomor delapan termasuk kalimat dengan bahasa loma (bahasa sedang). Kalimat ini lebih sering digunakan terhadap teman akrab. Misal, kita punya teman, sekian lama berteman enggak tahu tempat tinggalnya. Nah, kita bisa menggunakan kalimat ini. Artinya kurang lebih: Kamu itu tinggal di mana?

Itulah 8 cara menanyakan tempat tinggal menggunakan bahasa sunda. Bagaimana? Gampang sekali, bukan?

Posting Komentar untuk "8 Cara Menanyakan Tempat Tinggal Menggunakan Bahasa Sunda"