Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menyambut Orang Lain Menggunakan Bahasa Sunda

Cara Menyambut Orang Lain Menggunakan Bahasa Sunda

Cara Menyambut Orang Lain Menggunakan Bahasa Sunda
freepik.com


Belajarsunda.com – Apa yang harus kita lakukan saat ada tamu datang? Tentu saja, kita harus memberikan kesan-kesan dan sambutan terbaik dari kita yang merupakan tuan rumah. Namun, masih banyak yang tidak tahu cara menyambut menggunakan bahasa sunda ini. Maka dari itu, postingan ini berisi tentang beberapa ungkapan yang biasanya digunakan ketika ada tamu dalam bahasa sunda. So, tanpa berpikir panjang, mari kita bahas.

1. Wilujeng Sumping

Ketika seseorang datang ke rumah kita, kita bisa mengatakan Wilujeng sumping, atau selamat datang. Kalimat ini cukup sering didengar. Meskipun sebenarnya, jarang yang menggunakan dalam bentuk ucapan. Jika di acara-acara tertentu, biasanya akan ada tulisan besar yang dipampang di tempat kegiatan. Ungkapan ini termasuk ungkapan yang halus dan bisa digunakan.

2. Dilalebet ….

Arti kata dilalebet adalah: di dalam. Maksud dari ungkapan itu adalah mempersilahkan tamu untuk masuk ke dalam rumah. Atau semacam pemberitahuan bahwa ngobrolnya di rumah aja. Ungkapan ini nyaris tak pernah terlewat jika ada tamu yang datang.

3. Linggih heula?

Untuk pertanyaan nomor tiga ini termasuk ke dalam kalimat penawaran. Artinya: Mampir dulu? Biasanya, kalimat itu akan terlontar jika ada orang lain yang lewat ke rumah kita. Kita juga bisa menggunakan kalimat lain seperti: Ka bumi heula? (ke rumah dulu?). Dan ini lazim banget digunakan di kehidupan sehari-hari.

4. Cai-cai …./Dileueut

Jika seandainya tamu yang datang ke rumah kita sudah masuk ke dalam rumah, biasanya kita akan menyuguhkan air atau makanan. Nah, ketika menyuguhkan air, kita bisa mengungkapkan: cai-cai. Yang sebenarnya memiliki arti sebagai bentuk perhatian supaya air yang disuruguhkan bisa segera diminum. Nah, jika kata: dilaleueut: biasanya lebih umum. Jadi nggak hanya menawarkan tamu untuk meminum minuman yang ada, tetapi juga menawarkan untuk memakan makanan yang telah tersedia.

5. Sareng Saha kadieu?

Kalau pertanyaan nomor lima ini, biasanya berhubungan langsung dengan perhatian si pemilik rumah. Misal nih, ada tamu datang ke rumah kita. Sendirian. Nah, kita bisa mengucapkan pertanyaan: sareng saha kadieu? Artinya: Sama siapa ke sini? Atau, kita juga bisa mengakatakan kalimat: Nyalira kadieu? (sendiri ke sini?).

6. Bade Ngiring Netepan

Berkenaan dengan kalimat nomor enam, sebenarnya ini diucapkan oleh tamu. Bade Ngiring Netepan berarti: mau numpang solat. Artinya, tamu meminta izin kepada pemilik rumah untuk bisa ikut beribadah.

7. Bade ngiring ngahampangan, di palih mana nya?

Jika kamu sedang bertamu ke rumah orang, kemudian ingin buang air, maka bisa menggunakan kalimat di atas. Arti dari kalimat tersebut adalah: Mau numpang ke toilet, di sebelah mana ya? Kalimat semacam ini sering benget dibutuhkan jika kita memang sedang kepepet untuk ke toilet pemilik rumah.

Nah, itulah beberapa cara menyambut orang lain menggunakan bahasa sunda. Bagaimana, mudah kan?

2 komentar untuk "Cara Menyambut Orang Lain Menggunakan Bahasa Sunda"

  1. Sampurasun...

    Teu sangki tiasa tepang di dieu sareng master ti Cisurupan. he

    Blog sareng artikelna sarae pisan.

    Hapunten, pamendak abdimah "dilalebet" upami teu lepat nyeratna "di lalebet" (dipisah) jalaran "di" na kata depan sanes rarangken hareup. "lalebet" atos dipasihan rarangken tengah "al" janten jamak, upami ka saurang cekap "di lebet".

    Lajeng, "ngahampangan" kawitna tina 'hampang' dipasihan awalan suara hidung (nga) maksadna 'menunjukkan pekerjaan aktif', pihartoseunna janten "ngompolan". Upami kata kerjana mah "kahampangan" (ngompol).

    Hapunten tos kumawantun.. mugi komentar abdi teu dipublikasikeun. Wilujeng, mugia langkung majeng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eleuh apa panutan. Hehe. hatur nuhun Pak Husni kanggo koreksina. Insya allah dilereskeunnya.

      Hapus