Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Cara Mengemukakan Pendapat Menggunakan Bahasa Sunda

10 Cara Mengemukakan Pendapat Menggunakan Bahasa Sunda

10 Cara Mengemukakan Pendapat Menggunakan Bahasa Sunda
pixabay.com


Belajarsunda.com – Mengemukakan pendapat merupakan salah satu hal mendasar yang sering dilakukan dalam berkomunikasi. Di setiap bahasa, pasti ada ungkapan atau kalimat yang sering digunakan, begitupun di bahasa Sunda. Kali ini, akan dijelaskan cara mengekspresikan pendapat menggunakan bahasa Sunda.

1. Ceuk abi mah

Ungkapan pertama yang sering digunakan dalam mengemukakan pendapat menggunakan bahasa sunda adalah ceuk abi mah. Ungkapan ini termasuk ungkapan loma (sedang) atau juga sering disebut bahasa akrab. Ceuk abi mah berarti menurut aku. Kemungkinannya, kalimat ini digunakan kepada teman dan orang-orang yang sebaya dengan kita. Meskipun sebenarnya kalimat ini termasuk agak halus dibanding beberapa kalimat lain. Sesekali digunakan kepada kakak, atau orang-orang serumah jika memang budaya berbahasanya lebih santai.

Contoh: Ceuk abi mah, mending daging teh digoreng (Kata aku mah, mending dagingnya digoreng).

2. Saur abi mah

Saur abi mah menjadi ungkapan yang halus. Ungkapan nomor dua ini sebenarnya hampir sama dengan ungkapan nomor satu. Bedanya hanya di kata saur dan juga ceuk. Saur lebih halus. Sementara ceuk lebih loma. Kalimat kedua ini bisa digunakan kepada orangtua, kakak, guru, dan orang-orang yang memang kita hormati. 

Contoh: Saur abi mah HP eta teh mahal teuing (Kata aku mah, HP itu kemahalan).

3. Kieu yeuh ….

Kieu Yeuh berarti: gini nih …. Ungkapan ini lebih mengedepankan ketegasan. Penggunaannya biasanya menunjukkan sesuatu yang kita bisa. Misal, ada orang yang kesusahan melakukan sesuatu. Nah, kita bisa memberikan pendapat kita tentang cara baru supaya lebih mudah melakukan sesuatu itu. 

Contoh kalimatnya: Kieu yeuh ari make motor (Gini nih kalau pakai motor). 

4. Ceuk pamikiran urang

Dalam bahasa indonesia, kita mengenal ungkapan: menurut pikiranku. Nah, di bahasa sunda, kita memiliki ungkapan: cek pamikiran urang. Kalimat ini termasuk kalimat loma. Biasanya digunakan kepada teman akrab. 

Contoh: Ceuk pamikiran urang, si eta teh kasieunan teuing (menurut pikiranku, dia itu terlalu takut).

5. Mun dipikir-pikir mah

Sama seperti ungkapan lainnya, ungkapan ini lazim digunakan untuk mengekspresikan pendapat dalam bahasa sunda. Arti daru kalimat ini adalah: Kalau dipikir-pikir … 

Contoh: Mun dipikir-pikir mah ngeunah keneh cicing di kota (kalau dipikir-pikir, enakan hidup di kota).

6. Sajujurna …

Sajujurna lebih sering digunakan jika pendapat kita berpotensi menyinggung. Kalimat ini membuktikan tentang kejujuran diri terhadap orang lain. Contoh kalimatnya: Sajujurna mah urang teh ges teu bogoh (Sejujurnya, saya sudah nggak cinta).

7. Saapal Urang ….

Berbeda dengan ungkapan lain, ungkapan nomor tujuh ini lebih kepada ungkapan pengetahuan yang kita miliki. Arti dari saapal urang adalah: setau aku. Nah, lazimnya, ungkapan ini digunakan ketika ada seseorang yang bertanya mengenai suatu hal atau juga untuk membenarkan/mengklarifikasi hal yang dirasa kurang benar. 

Contoh: Saapal urang, ngabajak buku teh ngarugikeun industri penerbitan (setau aku, membajak buku itu merugikan indistri penerbitan).

8. Mun ceuk urang mah

Mun ceuk urang mah berarti: kalau kata aku …. Nah, biasanya ungkapan ini digunakan ketika tindakan seseorang tidak sejalan dengan kita. Misalkan: Mun ceuk urang mah, manehna teh menta hampura. Lain ieu mah jiga nu teu boga dosa (Kalau kata aku mah, dia harusnya minta maaf. Kayak nggak punya dosa).

9. Mun keuna ka urang

Kadang, ada tindakan seseorang yang bikin kita greget. Nah, biasanya, kita bisa menggunakan kalimat ini dalam menumpahkan pemikiran kita. Mun keuna ka urang artinya: kalau kena sama saya …. Misalkan: Mun kena ka urang, rek ditajong beungeutna (kalau kena sama aku, mau aku tendang mukanya).

10. Saleresna mah /sabenerna mah ….

Saleresna mah adalah bahasa yang lebih halus dari kata sabenerna. Keduanya bisa dipakai. 

Contoh Kalimatnya:

-Saleresna mah abdi teu patos uninga kana masalah corona teh (sebenarnya, aku tidak terlalu tahu dengan masalah corona).

-Sabenerna mah urang teu pati apal kana pelajaran matematika (sebenarnya, aku tidak terlalu tahu sama pelajaran matematika).

Cara Menanggapi Pendapat Menggunakan Bahasa Sunda

Ketika orang lain mengemukakan pendapat, kita juga bisa memberikan tanggapan. Tanggapan ini bisa berupa tanda setuju, atau tidak. Berikut ini adalah ungkapan-ungkapan yang aku maksud:


-Oh heueuh nya (Oh iya ya).

-Sapamikiran (Sepemikiran).

-Sapamikiran ieu mah (Sependapat ini).

-Satuju pisan, namung … (Satuju pisan, tapi …)

-Teu satuju urang mah kana pamikiran maneh (Nggak setuju aku mah sama pemikiran kamu).

-Punten, abdi teu sapangadegan sareng didinya (maaf, aku tidak sepemikiran/sependapat dengan kamu).

-Abdi mah teu satuju (aku mah tidak setuju).

-Teu aya maksad awon, namung (Tidak ada maksud buruk, tapi ….)

-Hampura, kurang satuju. Mun cek urang mah …  (Maaf, kurang setuju. Kalau kata aku mah ….)

-Abdi ngartos kana pendapat didinya, tapi … (Saya ngerti sama pendapat kamu, tapi …)

Nah, itulah 10 cara mengemukakan pendapat menggunakan bahasa Sunda. Bagaimana? Gampang kan?




Posting Komentar untuk "10 Cara Mengemukakan Pendapat Menggunakan Bahasa Sunda"