Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Cara Menanyakan Umur Menggunakan Bahasa Sunda

6 Cara Menanyakan Umur Menggunakan Bahasa Sunda

6 Cara Menanyakan Umur Menggunakan Bahasa Sunda
Pixabay.com


Belajarsunda.com – Menanyakan umur menjadi salah satu hal yang sering dilakukan. Baik untuk kebutuhan suatu hal, data tertentu, atau memang sebatas keingintahuan atas usia seseorang. Banyak yang bertanya: Bagaimana cara menanyakan umur menggunakan bahasa sunda? Namun sebelum ke ungkapannya, simak kata dasar dalam mempertanyakan umur berikut:

Bahasa Indonesia

Bahasa halus (lemes)

Bahasa Sedang (loma)

Usia/Umur

Yuswa

Umur


Jika sudah mengetahui arti dari kata usia, yuk, kita bahas ungkapan yang sering digunakan dalam menanyakan umur.

1. Upami yuswa teh sabaraha?

Kalimat nomor satu ini berarti: Umurmu berapa? Umumnya, kalimat ini digunakan kepada orang yang lebih tua atau orang-orang yang baru kita kenal. Padanan bahasanya sangat halus. Supaya tidak pusing, mari kita kupas arti kata per kata dalam kalimat tersebut:

Upami = Kalau

Yuswa = Umur

Teh     = Kata tambahan (bisa ada arti, bisa enggak)

Sabaraha = berapa

Namun, tentu saja, jika diartikan kata per kata, kalimatnya tidak begitu nyambung. Intinya, kalimat ini menanyakan umur lawan bicara kita. Selain itu, kita juga bisa menambahkan nama sebutan dalam kalimat ini. 

Contoh:

-Neng, upami yuswa teh sabaraha?

-Upami yuswa teh sabaraha, Neng?

2. Dupi yuswa teh sabaraha?

Secara garis besar, kalimat kedua ini hampir sama dengan kalimat pertama. Bedanya, di kalimat kedua ini ada kata: dupi. Dupi memiliki arti: kalau. Arti dari kalimat ini: kalau umur kamu berapa? Kalimat ini bisa digunakan kepada orang yang lebih tua atau orang baru. Nah, kita juga bisa menambahkan nama sebutan ketika menanyakan umur. 

Contoh:

-Dupi yuswa teh sabaraha, Pak?

-Bapak, dupi yuswa teh sabaraha?

3. Ayeuna yuswa sabaraha tahun?

Berbeda dengan kalimat satu dan dua, kalimat ke tiga ini biasanya digunakan untuk seseorang yang sudah kita kenal. Misal, kita mengetahui seseorang semasa kecil. Eh, tiba-tiba pas sudah besar, kita bertemu lagi sama dia. Kadang-kadang, kita lupa dengan umur mereka. Nah, kita bisa menanyakan umur dengan kalimat ini. Arti dari kalimat ini kurang lebih: Sekarang, umurmu berapa?

4. Yuswa teh 20 tahun?

Kalau kalimat nomor empat, ini berupa pertanyaan tembakkan. Misal, kita merasa ragu dengan umur seseorang meskipun sebenarnya sudah tahu. Nah, kita bisa banget menggunakan kalimat nomor empat ini. Artinya: umurmu 20 tahun ya?

5. Umur teh sabaraha?

Berbeda dengan kalimat nomor  satu sampai empat, kalimat nomor lima ini termasuk bahasa loma (sedang). Biasanya digunakan kepada teman akrab. Arti dari kalimat ini: usia kamu berapa? Sama saja dengan arti dari kalimat sebelumnya. Hanya saja penggunaannya berbeda.

6. Maneh teh sabaraha taun?

Kalimat nomor enam pun sama dengan nomor lima. Digunakan kepada teman akrab saja. Sebab termasuk kalimat dengan bahasa informal. Arti dari kalimat ini:

kamu teh berapa tahun?

Cara Menjawab Pertanyaan Tentang Umur Menggunakan Bahasa Sunda

Untuk menjawab, ada beberapa kalimat yang bisa digunakan. Contohnya:

-Abdi 18 taun (Saya 18 tahun).

-Ayeuna majeng 18 taun (Sekarang maju ke 18 tahun).

-Yuswa abdi 18 taun (Umur saya 18 tahun).

-Urang mah geus kolot. Umurna geus 45 taun (Sama sudah tua. Umur saya 45 tahun).

Jadi, itulah 6 Cara Menanyakan Umur Menggunakan Bahasa Sunda. Bagaimana, mudah bukan?

Posting Komentar untuk "6 Cara Menanyakan Umur Menggunakan Bahasa Sunda"