Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Cara Menanyakan Nama Seseorang Menggunakan Bahasa Sunda

7 Cara Menanyakan Nama Seseorang Menggunakan Bahasa Sunda
7 Cara Menanyakan Nama Seseorang Menggunakan Bahasa Sunda
pixabay.com


Belajarsunda.com – Menanyakan nama merupakan suatu hal mendasar dalam kehidupan sehari-hari. Nama adalah identitas seseorang yang tentu saja akan sangat berarti jika kita ketahui. Begitupun jika nama kita diketahui orang lain. Kali ini, akan dibagikan beberapa cara ketika menanyakan nama seseorang menggunakan bahasa Sunda. So, ikutin terus ya.

1. Punten, upami jenengan teh saha?

Kalimat pertama ini termasuk kalimat halus. Di kalimat ini, ditandai dengan kata: punten. Artinya maaf. Sementara di kata selanjutnya ada kata upami (kalau) dan jenengan (nama). Masing-masing dari kata itu termasuk halus juga. Arti keseluruhan kalimat itu: Maaf, nama kamu itu siapa ya?

2. Nami teh saha?

Ungkapan yang kedua ini lebih sering digunakan kepada orang baru yang belum akrab sama kita. Bahasa ini termasuk halus juga. Arti kalimat ini adalah: nama kamu siapa? Selain dengan kalimat itu, kita juga bisa menambahkan kata, punten seperti ungkapan pertama.

3. Jenengan teh Reni?

Berbeda dengan kalimat nomor satu dan dua, kalimat nomor tiga ini termasuk kalimat tembakkan. Di mana, biasanya digunakan ketika kita tahu nama seseorang, tetapi agak ragu. Kalimat ini berarti: Kamu itu Reni? Atau: Nama kamu itu Reni?

4. Ieu teh Reni sanes?

Nah, kalimat nomor empat ini sama dengan kalimat nomor tiga. Hanya saja, susunan kalimatnya berbeda. Inti dari pertanyaan ini biasanya jika kita ragu-ragu dengan nama seseorang. Secara garis besar, arti dari kalimat ini: ini itu Reni bukan?

5. Ieu teh saha?

Kalimat nomor lima termasuk bahasa yang cukup halus juga. Kalimat ini biasanya sering digunakan ketika berkomunikasi lewat telepon atau pun secara langsung. Jika lewat telepon, kadang suka ada nomor baru. Nah, kita bisa bertanya dengan kalimat: ieu teh saha? (Ini siapa ya?)

6. Ngaran teh saha?

Berbeda dengan kalimat di atas, kalimat nomor enam ini termasuk bahasa loma (sedang). Kalimat ini berarti: nama kamu siapa? (sama saja dengan beberapa kalimat sebelumnya).  Hanya saja, kalimat ini terbilang lebih akrab. Ya, sebenarnya bisa saja kita nanya seperti ini kepada orang yang baru kita kenal, jika bahasa yang digunakan lawan bicara kita memang bahasa loma juga. Tidak menjadi masalah.

7. Saha nya?

Sahanya (siapa ya?) adalah bentuk ketidaktahuan kita. Misal nih, kita ketemu sama orang yang sama sekali tidak kita kenal. Tapi dia kenal sama kita. Biasanya akan spontan bertanya seperti ini. Tapi kalau bisa, gunakan juga kata punten di awal kalimat. Contoh: punten, saha nya? (maaf, ini siapa ya?). Ketika ada kata punten, ini menandakan bahwa kita termasuk orang yang memperhatikan perasaan orang lain. Takut-talut lawan bicara kita malah tersinggung.

Nah, itulah 7 Cara Menanyakan Nama Menggunakan Bahasa Sunda. Bagaimana, mudah kan? Selamat belajar dan, salam Sunda.

Posting Komentar untuk "7 Cara Menanyakan Nama Seseorang Menggunakan Bahasa Sunda"