Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Cara Menolak Permintaan Menggunakan Bahasa Sunda

 10 Cara Menolak Permintaan Menggunakan Bahasa Sunda

10 Cara Menolak Permintaan Menggunakan Bahasa Sunda
pikist.com


Belajarsunda.com – Dalam kehidupan sehari-hari, kita terbiasa untuk minta tolong jika butuh bantuan, begitupun sebaliknya, ada orang lain yang meminta sesuatu kepada kita. Namun, kadang-kadang kita nggak bisa mengikuti apa yang dia mau, atau menolong seperti yang diinginkan. Nah, kali ini akan dijelaskan 10 cara menolak permintaan menggunakan bahasa sunda. Ikutin terus ya ....

Menolak Permintaan Menggunakan Bahasa Sunda Halus

1. Alim ....

Kata alim berarti nggak mau. Ketika ada orang yang misalkan meminta kita untuk melakukan sesuatu, kita bisa saja menolak dengan menggunakan kata alim ini. Contohnya:

A: Jang pang meserkeun tarasi. (Jang, beliin terasi ...)

B: Alim ah, isin. (Nggak mau ah, malu).

2. Punten, sanes alim mantosan ....

Kalimat kedua ini lebih sopan dan lebih halus. Kadang, alasan menolak permintaan itu bukan nggak mau, tetapi memang ada keperluan lain atau ada pekerjaan lain. Kalimat nomor dua ini berarti: Maaf, bukan nggak mau bantu ..... Contoh kalimatnya:

A: Jang, pang mantosankeun ngadamel langlayang lah. (Jang, bantuin buat layangan dong).

B: Punten, sanes alim mantosan, abdina bade ka Bandung. (Maaf, bukan nggak mau bantu, aku mau ke Bandung).

3. Punten, abdina teu kersa

Nah, kalau nomor tiga ini benar-benar kalimat penolakan, tetapi lebih halus yang berarti: Maaf, aku nggak bisa. Begini kalimat yang biasa digunakan:

A: Jang, hayu ka Bandung tapi ngangge motor nu Ujang. (Jang, ayo ke Bandung, tapi pakai motormu).

B: Punten, abdina teu kersa. Motorna ge reksak. (Maaf, aku nggak bisa. Motornya juga rusak).

4. Punten teu tiasa nampi ...

Kalimat nomor empat ini biasanya digunakan ketika ada yang nembak jadi pacar. Ehehehe. Kalimat ini halus karena memang takut membuat hati orang lain terluka. Kalimat ini berarti: Maaf nggak bisa terima .... Contoh kalimatnya:

A: Kersa henteu janten kabogoh Aa?(Mau nggak jadi pacar aku?)

B: Punten teu tiasa nampi. Abdina tos gaduh kabogoh. (Maaf nggak bisa nerima. Akunya udah punya pacar).

5. Punten abdina nuju sibuk ...

Kalimat nomor lima ini menyatakan bahwa kita sedang sibuk, jadi nggak bisa diganggu. Contoh kalimatnya nih:

A: Hayu ameng ka Jakarta. (Ayo main ke Jakarta ...)

B: Punten, abdina nuju sibuk. (Maaf, aku lagi sibuk).

Menolak Permintaan Menggunakan Bahasa Sunda Loma

6. Embung ....

Nomor enam ini artinya sama dengan kata nomor satu. Alim = Embung = Nggak mau. Dalam kalimat misalkan:

A: Hayu ulin, tong ngendog wae di imah. (Ayo main, jangan diem aja di rumah).

B: Embuh ah, marales. (Nggak mau ah, males).

7. Hoream pisan ...

Arti kalimat nomor tujuh ini adalah: Nggak mau banget. Hampir sama dengan nomor enam, hanya saja beda bentu katanya saja. Kalimatnya begini:

A: Pang ngajualkeun motorlah, buduh duit. (Jualin motor aku dong, lagi butuh duit).

B: Hoream pisan ah ngajual motor sabeulah mah. (Nggak mau banget kalo ngejual motor yang surat-suratnya nggak lengkap).

8. Males ah ...

Kalimat nomor delapan masih nyambung dengan nomor enam atau tujuh. Artinya: Malas ah ... Dalam kalimat:

A: Hayu urang nongkrong di hareup. (Ayo nongkrong di depan).

B: Males ah. (Males/mager).

9. Hampura teu bisa nampa

Kalau misalkan ada yang nyatain cinta, kemudian kita nggak mau, bisa juga lo menolak permintaan menggunakan bahasa sunda yang nomor sembilan ini. Misalkan:

A: Daek teu jadi kabogoh urang? (Mau nggak jadi pacar gue?)

B: Hampura teu bisa nampa. (Maaf, gue nggak bisa nerima).

10. Hampura teu bisa nulungan

Misalkan ada yang minjem duit ke kamu, kemudian kamu nggak bisa bantu. Nah, kamu bisa menggunakan kalimat ini juga lho. Lebih jelasnya, cek contoh di bawah:

A: Nginjem duitlah, urang teu boga duit. (Minjem uang dong, aku lagi butuh uang).

B: Hampura teu bisa nulungan. Urang ge keur boke. (Maaf nggak bisa nolong. Aku juga lagi boke).

Nah, itulah 10 Cara Menolak Permintaan Menggunakan Bahasa Sunda. Bagaimana, gampang kan?



Posting Komentar untuk " 10 Cara Menolak Permintaan Menggunakan Bahasa Sunda"